Wednesday, July 8, 2015

Gara-gara Komentar Trump, Grand Slam of Golf Batal Digelar di Trump National di Los Angeles

DAMPAK dari komentar miring taipan bisnis Donald Trump mengenai imigran Meksiko di Amerika Serikat berlanjut.

Selasa (7/7), PGA of America mengumumkan, Grand Slam of Golf batal digelar di Trump National Golf Club di Los Angeles pada musim gugur nanti.

Saat ini, PGA tengah mencari lapangan alternatif untuk pertandingan ekshibisi 36-hole yang bakal digelar 20-21 Oktober dan akan mempertemukan para pegolf jawara turnamen major.

Keputusan membatalkan pertandingan di padang golf milik Trump sendiri disebutkan PGA diputuskan setelah mereka bertemu dengan Trump, Senin (6/7).

Trump sendiri mengatakan secara terpisah, ia tidak menginginkan PGA of America menjadi korban dari komentar-komentarnya.

"Saya sangat menghormati PGA of America dan segala sesuatu yang mereka perjuangkan," katanya.

Trump menambahkan, absennya turnamen di padang golf miliknya juga akan dimanfaatkannya untuk memperbaiki lapangan sekaligus membentuknya menjadi lapangan seperti yang diinginkannya.

Pekan lalu, PGA of America menyatakan, komentar yang berbau penghinaan terhadap imigran Meksiko tidak sejalan dengan perjuangan mereka. "Tidak konsisten dengan komitmen kuat kami untuk lingkungan inklusif dan ramah dalam permainan golf."

Tim Rosaforte dari Golf Channel melaporkan, Trump masih punya kontrak tiga tahun ke depan dengan PGA Grand Slam, termasuk kontrak dengan Senior PGA 2017 di Trump National Washington dan PGA 2022 di Trump Bedminster.

PGA Tour mendukung apa yang sudah diputuskan PGA of America sambil terus memonitor situasi yang berkembang, terutama PGA Tour yang digelar di lapangan-lapangan golf milik Trump, termasuk WGC-Cadillac Champioship di Trump National Doral.

Dari kubu Cadillac sendiri, Rosaforte menyatakan, Cadillac tak pernah memberi toleransi terhadap sikap diskriminasi dan tak sejalan dengan pandangan Trump soal orang-orang Meksiko atau Meksiko-Amerika. "Sebaliknya, kami menjunjung keberagaman yang membentuk struktur negara kita," kata kubu Cadillac.

Federasi Internasional yang membawahi PGA Tour dan menggelar WGC (World Golf Championship), kabarnya masih akan melakukan pertemuan pekan depan di St Andrews. Pertemuan juga mengagendakan pembahasan mengenai kasus Trump.