Thursday, August 6, 2015

Ke Fairstone, Spieth Membawa Dendam Kegagalan di The Open

JORDAN Spieth menenggak minuman dari Claret Jug (trofi The Open Championship) dalam perjalanan pulang bersama sang juara The Open, Zach Johnson, kembali berlatih beberapa hari kemudian, mengunjungo Whistling Straits --tempat turnamen PGA Championship-- selama sepekan.

Semua itu dilakukannya untuk mengusir rasa kecewanya setelah kegagalannya memenangi seri ketiga Grand Slam golf di The Open di St Andrews, setelah ia memenangi dua seri turnamen major sebelumnya.

"Saya berharap ada sesuatu yang bisa saya buktikan setelah gagal di turnamen major terakhir, seperti membalas kegagalan saya melakukan kontrol di dua hole terakhir di Open Championship," kata Spieth, Rabu (5/8), kepada Bob Harig, penulis golf kenamaan di laman ESPN.com.

"Saya merasa ada rasa sepah di mulut saya, bukan saja karena saya tiga kali berada di posisi 3 berturut-turut, tapi juga karena Anda takkan pernah punya banyak kesempatan untuk bersaing di turnamen sekelas major, di Open di St Andrews, sepanjang hidup Anda."

"Jadi, punya peluang dan seharusnya saya bisa mengontrol diri dan bukan mengakhiri pertandingan seperti ini (kalah), merupakan rasa tak mengenakkan, terutama karena saya pulang bareng Zach dengan Jug di sana. Saya merasa itu seharusnya punya saya, bukan punya Zach."

Spieth, 22, tampil kali pertama di The Open dan akan bersama Johnson di dua event berikutnya, termasuk di WGC-Bridgestone Invitational, di mana 46 pegolf terbaik dunia lainnya hadir. Dua pegolf kenamaan lain absen.

Rory McIlroy, pegolf peringkat 1 dunia absen menyusul cedera engkel dan ligamen sejak 4 Juli gara-gara main bola. Pegolf peringkat 22 dunia Chris Kirk juga absen karena cedera tangan. Jika jadi juara di WGC-Bridgestone Initational, Spieth praktis jadi pegolf nomor 1 dunia.

Menjadi pegolf nomor 1 dunia memang penting. Yang lebih penting lagi adalah kembali tampil dengan permainan terbaik dan menjadi pemenang.

"Saya tahu datang ke sini, untuk memainkan game terbaik saya, konsentrasi, merasakan tekanan dan melihat tendensinya, baik atau buruk. Bahwa saya kembali masuk dalam kondisi terbaik sebelum terjun di turnamen major itu sangatlah penting," kata Spieth, yang masih mungkin menyamai rekor Ben Hogan dan Tiger Woods sebagai pegolf yang mampu merebut tiga gelar major dalam satu musim.

Pekan ini, Spieth memang akan memulai lagi perjuangannya di WGC-Bridgestone Invitational di Firestone, Akron, Ohio, AS, mulai Kamis atau Jumat (7/8) WIB. Ini jadi persiapannya menghadapi turnamen major PGA Championship, mulai 13 Agustus.

Artinya, dalam dua pekan ini, Spieth berkesempatan memperlihatkan dirinya sebagai benar-benar pegolf terbaik dunia dengan menjadi juara di PGA Championship. Dengan begitu, ia mungkin bisa melupakan kekecewaannya karena gagal menenggak minuman dari Claret Jug miliknya sendiri.

* This blog is presented as part of my hobby of writing golf news. We are sorry because it was present with all my limitations. If you have comments and suggestions, please let us know using aba.mardjani@yahoo.com or asmara.gue@gmail.com