Thursday, December 17, 2015

Adakah Keajaiban Buat Both di Philippine Open?

Marcus Both
MARCUS Both dari Australia ingin mendapatkan pekan yang ajaib ketika ia harus tampil dan mempertahankan gelarnya di Philippine Open persembahahan ICTSI, Jumat (18/12). Turnamen sendiri digelar tiga hari menyusul kondisi cuaca yang tak menentu.

Memang bukan perjuangan enteng karena juara tiga kali Asian Tour ini harus berhadapan dengan penantang potensial seperti Miguel Tabuena dari Filipina, Paul Peterson dari Amerika Serikat, dan pegolf dengan serenteng gelar, Gaganjeet Bhullar dari India.

Selain itu, karena hujan dan badai yang terus menerjang wilayah sekitar Filipina, Luisita Golf and Country Club, tempat turnamen berhadiah 300 ribu dolar AS ini digelar, ditutup selama dua hari, Rabu dan Kamis.

“Saya bermain 9 hole pada Senin dan 9 hole lagi pada Selasa. Saya sudah lihat lapangannya tapi kondisinya bisa berubah karena hujan. Saat tampil nanti, semua pegolf tampil seperti sedang berlatih. Peserta mungkin baru bisa in pada hari kedua, jadi Anda harus mengambil keuntungan di hari pertama,” kata Both di laman asiantour.com.

Both secara dramatis memenangkan Philippine Open tahun lalu justru setelah ia kehilangan kartu Tour-nya. Posisinya kali ini relatif serupa. Dengan posisi 132 di Order of Merit, Both butuh kemenangan untuk bisa mengikuti rangkaian Asian Tour 2016.

“Saya menggali lubang manis untuk diri saya namun saya belum pasrah untuk kembali ke Qualifying School. Tapi, jika memang harus kembali ke sana, saya akan kembali. Itulah realitas. Hanya ada satu cara untuk menghindarinya, menang di sini,” tambah Both.

Tabuena, 21, yang dikabarkan tengah mengalami flu berat, punya keuntungan karena tampil di lapangan golf di negerinya sendiri. Ia pernah jadi juara di Luisita di turnamen lokal dengan keunggulan 22-under.

“Beruntung hari pertama dimainkan Jumat. Jika digelar hari ini, mungkin saya akan mundur. Saya mengalami flu berat. Saya bermain 14 hole pada Senin tapi harus berhenti karena kondisi saya tak enak,” kata Tabuena yang sedang memburu gelar perdananya di Asian Tour.

Pegolf belia asal India, Shubhankar Sharma, 19, tak punya beban terlalu berat. Pegolf peringkat 78 Order of Merit ini mengaku akan coba bermain sebaik mungkin hanya untuk memperbaiki peringkatnya agar bisa masuk ke Top-63 untuk mendapatkan hak tampil penuh di Asian Tour 2016.

Sumber: asiantour.com
Dukungan